Bacaan Sujud Sahwi Lengkap Cara Sujud Sahwi

Blog Khusus Doa - Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan ketika kita meninggalkan atau lupa melaksanakan salah satu sunnah ab'adush-sholat, seperti lupa membaca doa qunut sholat subuh.

Dalam prakteknya, sujud sahwi dilakukan setelah tahiyyat akhir sebelum salam. Jadi, setelah membaca tahiyyat akhir dilanjutkan sujud (sujud sahwi) seraya membaca takbir ketika turun sujud. Adapun bacaan sujud sahwi adalah sebagai berikut :
سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ
SUBHAANA MAL-LAA YANAAMU WALAA YASHUU

Dibaca 3 kali. Kemudian bangun dari sujud, dan duduk diantara dua sujud seperti sujud biasanya, kemudian sujud lagi dengan membaca bacaan yang sama seperti bacaan sujud sahwi diatas, kemudian bangun dari sujud, duduk dan salam.

CAra sujud sahwi lengkap bacaan sujud sahwi
Ilustrasi: Sujud Sahwi

Hal-hal yang Menyebabkan Sujud Sahwi

  1. Meninggalkan pekerjaan shalat yang termasuk kategori sunat ab'adl baik sebagian atau seluruh.
  2. Melakukan pekerjaan yang bisa membatalkan shalat (batal jika dilakukan secara sengaja) namun dalam keadaan lupa. Contoh kasus, memanjangkan atau berlama-lama pada waktu i'tidal merupakan contoh hal yang membatalkan shalat jika dilakukan secara sengaja, namun ternyata kita melakukannya tanpa sengaja/lupa. Nah, hal tersebut tidak membuat batal shalat karena lupanya, namun tetap disunatkan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
  3. Memindahkan rukun qouli/ucapan pada bukan tempatnya, contohnya membaca surat al fatihah pada waktu duduk.
  4. Menambah rukun/pekerjaan shalat, contoh : jika seseorang sedang membaca tahiyat akhir pada shalat maghrib, kemudian timbul keraguan dalam hati bahwa dia merasa belum atau sudah melakukan ruku pada rakaat ke 3. Tanpa pikir panjang dia memantapkan hati bahwa dia belum melakukan ruku, kemudian dari posisi sedang membaca tasyahud langsung beralih ke posisi berdiri menuju takbir ruku sampai akhirnya melakukan tasyahud pada rakaat terakhir. Ketika membaca tasyahud, ternyata timbul lagi ingatan beliau dan merasa yakin bahwa sebetulnya ruku yang tadi diragukan belum dilaksanakan ternyata tidak ditinggalkan. Nah, jika ada kasus seperti ini, maka sebelum salam, lakukan sujud sahwi terlebih dahulu.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan kita melakukan sujud sahwi dalam sholat, cara sujud sahwi serta bacaan sujud sahwi lengkap. Semoga bermanfaaat.

JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SHILAKAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN

13 Responses to "Bacaan Sujud Sahwi Lengkap Cara Sujud Sahwi"

  1. Saat duduk diantara dua sujud apakah juga membaca doa duduk diantara dua sujud? Terimakasih..

    BalasHapus
  2. Masih belum jelas saya. Sujudnya 2x kah ?

    BalasHapus
  3. membaca bacaan seperti biasa , tetapi tidak membaca tahiyyat

    BalasHapus
  4. @amadnugraha: 2x
    @devisdevisetyaningsih: iya bacaan nya sama

    BalasHapus
  5. Nicee bagus makasih semooga allah memberkatiku

    BalasHapus
  6. sebagaimana pertanyaan sdr. Amad Nugraha dan dari.Devi Bergabunglah, berharap untuk dijelaskan ... terima kasih.

    BalasHapus
  7. Do’a Ketika Sujud Sahwi

    Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    “Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).[4]

    Namun dzikir sujud sahwi di atas cuma anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

    قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا .

    “Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.”[5]

    Sehingga yang tepat mengenai bacaan ketika sujud sahwi adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Bacaannya yang bisa dipraktekkan seperti,

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

    “Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi][6]

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

    “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku][7]

    Dalam Mughnil Muhtaj –salah satu kitab fiqih Syafi’iyah- disebutkan, “Tata cara sujud sahwi sama seperti sujud ketika shalat dalam perbuatann wajib dan sunnahnya, seperti meletakkan dahi, thuma’ninah (bersikap tenang), menahan sujud, menundukkan kepala, melakukan duduk iftirosy[8] ketika duduk antara dua sujud sahwi, duduk tawarruk[9] ketika selesai dari melakukan sujud sahwi, dan dzikir yang dibaca pada kedua sujud tersebut adalah seperti dzikir sujud dalam shalat.”

    Sebagaimana pula diterangkan dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah (komisi fatwa di Saudi Arabia) ketika ditanya, “Bagaimanakah kami melakukan sujud sahwi?”

    Para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud setelah tasyahud akhir sebelum salam, dilakukan sebagaimana sujud dalam shalat. Dzikir dan do’a yang dibaca ketika itu adalah seperti ketika dalam shalat. Kecuali jika sujud sahwinya terdapat kekurangan satu raka’at atau lebih, maka ketika itu, sujud sahwinya sesudah salam. Demikian pula jika orang yang shalat memilih keraguan yang ia yakin lebih kuat,maka yang afdhol baginya adalah sujud sahwi sesudah salam. Hal ini berlandaskan berbagai hadits shahih yang membicarakan sujud sahwi. Wabillahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi wa sallam.”[

    BalasHapus

Panduan Berkomentar
* Silakan beri komentar sesuai isi artikel yang tertulis di halaman ini.
* Gunakan bahasa yang baik dan yang sopan
* Komentar yang menyertakan link dan/atau nomor telpon tidak akan kami publikasikan (Dihapus).